Analisis Sifat, Fungsi, dan Gaya Bahasa pada Buku Humor Serta Pemanfaatannya sebagai Bahan Ajar di SMA
DOI:
https://doi.org/10.66017/tarqiyah.v1i1.6Kata Kunci:
wacana humor, sifat humor, fungsi humor, gaya bahasaAbstrak
Hasil analisis data yang dilakukan secara sistematis melalui pendekatan deskriptif menunjukkan sejumlah temuan penting mengenai wacana humor dalam buku “Humor Gelitik Ketek Penguasa” karya C. Surya Kelana. Dari sisi karakteristik, wacana humor dalam buku tersebut memperlihatkan beberapa ciri khas, yaitu: (1) adanya unsur kejutan yang muncul karena ketidakterdugaan; (2) penggunaan teknik pengecohan yang mampu membelokkan ekspektasi pembaca; (3) kehadiran unsur kelepasan yang berkaitan dengan pelanggaran terhadap hal-hal yang dianggap tabu; (4) sintesis serta keanehan akibat ketidakterbiasaan; (5) unsur ketidakmasukakalan atau ketidaklogisan; (6) pertentangan dengan realitas; (7) adanya superioritas dan kenakalan yang bertujuan menyindir atau mengusik pihak lain; serta (8) pemanfaatan makna ganda pada kata atau ungkapan yang menimbulkan kesalahpahaman lucu.Dilihat dari fungsinya, wacana humor dalam buku ini tidak semata-mata berperan sebagai hiburan, tetapi juga mengandung nilai sosial dan edukatif. Humor berfungsi sebagai: (1) sarana kritik atau protes sosial terhadap fenomena yang terjadi dalam kehidupan masyarakat maupun negara; (2) media hiburan yang mampu menciptakan suasana segar, mengurangi ketegangan, dan memberikan efek relaksasi; serta (3) sarana pembinaan moral dengan menyampaikan pesan-pesan etis agar pembaca tetap menjunjung nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dari aspek kebahasaan, penggunaan gaya bahasa dalam buku ini tergolong variatif dan mendukung kekuatan humor yang disampaikan. Gaya bahasa yang dominan meliputi: (1) personifikasi, yaitu pemberian sifat manusia pada benda mati sehingga tampak hidup; (2) sinisme, berupa sindiran halus atau kritik ringan yang ditujukan kepada pihak tertentu; (3) sarkasme, yakni sindiran yang disampaikan secara tajam dan cenderung kasar; serta (4) satire, yang berisi kritik terhadap kelemahan manusia dengan tujuan mendorong perbaikan secara etis maupun estetis. Sebagai penutup, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Pembaca diharapkan mampu bersikap lebih kritis dalam memahami fenomena sosial yang disampaikan melalui humor. Para penulis humor diharapkan terus menghadirkan karya-karya yang kreatif dan inovatif. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengkaji aspek lain sehingga kajian humor semakin berkembang secara ilmiah. Selain itu, guru Bahasa Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan humor sebagai media pembelajaran guna menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan menyenangkan.
Daftar Rujukan
Aditama. Danandjaja, James. 2004. Humor Mahasiswa. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Alwi, Hasan dkk. (2010). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.Jakarta: Pusat Bahasa dan Balai Pustaka.
Darma, Y. A. (2014). Analisis Wacana Kritis dan Ilmu Multiperspektif. Bandung: PT Refika
Darma: Konteks Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Bastra, Vol. 1, No. 1, Juni 2014:13-22.
Eriyanto. (2011). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: PT LkiS Printing Cemerlang
Gazali. (2014). Penerapan Strategi analisis Wacana Kritis Model Van Dijk untuk Meningkatkan Kemampuan Mahasiswa Menganalisis Prosa Fiksi dan Drama. Jurnal Bahasa dan Sastra, Vol.17, No.1
Har.C. (2010). Critical discourse and cognitive science: New persfekctives on immigration discourse. Basingstoke: Palgrave.
Keraf, Gorys. 2002. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia.
Suhadi, M. Agus. 1992. Humor Itu Serius : Pengantar Ilmu Humor. Jakarta: Pustaka Karya. Tarigan, Henry Guntur. 1987. Pengajaran Wacana. Bandung: Angkasa.
Tarigan, Henry Guntur. 1990. Pengajaran Gaya Bahasa. Bandung: Angkasa
Moleong, Lexy J. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mustofa. (2014). Analisis Wacana Kritis (AWK) dalam Cerpen Dua Sahabat Karya Budi
Ningsih, Wahyu dkk. (2019). Analisis Struktur Mikro Pada Novel Ayat-Ayat Cinta 2 Karya Habiburrahman El Shirazy: Kajian analisis Wacana Kritis Van Dijk.Medan Makna, Vol.XVII, No.2: Hlm. 99 – 110.
Priyanti, Endah Tri. (2015). Membaca Sastra Dengan Ancangan Literasi Kritis. Jakarta: Bumi Aksara.
Rusmianto, N.E. (2015). .Analisis Wacana: Kajian Teoritis dan Praktis.Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2020 Welly Firdaus

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




