KARAKTERISTIK HUMOR PADA BUKU HUMOR GELITIK KETEK PENGUASA KARYA C. SURYA KELANA : KAJIAN WACANA
Abstrak
Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dan disajikan secara deskriptif, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut : Sifat wacana humor yang terdapat dalam buku “Humor Gelitik Ketek Penguasa” karya C. Surya Kelana adalah (1)Kejutan karena ketidakterdugaan; (2)Pengecohan; (3)Kelepasan dan ketabuan; (4)Sintesis dan keanehan karena ketidakterbiasaan; (5)Ketidakmasukakalan atau ketidaklogisan; (6) kontradiktif dengan kenyataan; (7)Superioritas dan kenakalan untuk mengganggu orang lain; (8)Memiliki arti ganda bagi suatu kata yang sama sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Fungsi wacana humor dalam buku “Humor Gelitik Ketek Penguasa” karya C. Surya Kelana adalah (1)Sebagai sarana protes sosial terhadap sesuatu kondisi masyarakat atau negara yang sedang terjadi atau bergejolak; (2)Sebagai sarana hiburan, karena dapat menimbulkan suasana segar dan dan mencairkan ketegangan; (3) Sebagai sarana memperbaiki akhlak atau moral bagi para pembaca untuk tidak melanggar nilai-nilai moral yang terdapat di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Gaya bahasa yang digunakan dalam buku “Humor Gelitik Ketek Penguasa” karya C. Surya Kelana adalah. (1)Gaya bahasa personifikasi merupakan gaya bahasa kiasan yang menggambarkan benda-banda mati atau barang-barang yang tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat kemanusiaan; (2)Gaya bahasa sinisme yaitu berupa sindiran atau kritikan ringan yang ditujukan kepada pejabat penting atau orang yang dihormati; (3)Gaya bahasa sarkasme yaitu berupa sindiran atau kritikan yang ditujukan kepada seseorang. Namun, sindiran tersebut diucapkan dengan kata-kata yang kasar; (4)Gaya bahasa satire yaitu mengandung kritik tentang kelemahan manusia. Tujuan utamanya adalah agar diadakanya perbaikan secara etis maupun estetis. Peneliti berharap agar pembaca atau penikmat humor agar bersifat lebih kritis terhadap fenomena yang terjadi, para penulis cerita humor agar terus berkarya dengan ide-ide baru yang lebih segar, peneliti selanjutnya agar mengaji permasalahan lain, sehingga jenis-jenis humor dapat terakomodasi secara ilmiah, para guru bahasa Indonesia agar menjadikan humor sebagai sarana hiburan untuk disampaikan kepada siswa guna menciptakan situasi yang menyegarkan pada saat belajar.




